09/25/2019 – DiCalcium Phosphate / Dikalsium fosfat / Kalsium dan fosfor
Ditulis Pada: Oleh Agni Amerta

DiCalcium Phosphate
#Kalsium dan #fosfor adalah #mineral esensial dan keduanya berhubungan erat dengan proses #biologis #ayam / #unggas. Sebagian besar dari kedua jenis mineral ini dipergunakan dalam pembentukan #tulang dan kulit #telur. Perbandingan Ca/P berdasarkan berat dalam tulang adalah kurang lebih 2:1. Kebutuhan Ca dan P pada saat bertelur dialokasikan terutama untuk pembentukan telur dan kulit telur, disamping untuk hidup pokok (Yasin, 1988).
Kebutuhan kalsium ayam petelur pada awal periode produksi meningkat empat kali lipat dan hampir seluruh kalsium diperlukan untuk membentuk kerabang telur (Amrullah, 2004). Kebutuhan kalsium untuk ayam petelur kerabang coklat dengan konsumsi ransum 110 g/hari yaitu 3,6, sedangkan kebutuhan fosfor tersedia yaitu 0,275 (NRC,1994). Persentase kalsium yang dibutuhkan dalam ransum ayam petelur yang beragam menurut konsumsi ransum dan produksi telur pada umur 21-40 minggu
Fosfor memainkan peranan penting dalam otot; metabolisme energi, karbohidrat, asam amino, dan lemak; metabolisme jaringan lemak; metabolisme jaringan syaraf; kimiawi darah normal, pertumbuhan kerangka dan pengangkutan asam lemak dan lipida-lipida lainnya. Perbandingan kalsium terhadap fosfor dalam ransum ayam dapat bervariasi luas sekali tanpa menyebabkan kerugian yang berarti.
Gejala defisiensi kalsium diantaranya : pertumbuhan terhambat, konsumsi ransum menurun, laju metabolik basal tinggi, kepekaan dan aktifitas menurun, osteoporosis, sikap dan cara berjalan abnormal, peka terhadap perdarahan di dalam, suatu kenaikan dalam jumlah urin, daya hidup berkurang, kulit telur tipis dan produksi telur menurun, tetanus dan nafsu makan buruk.
Sedangkan, defisiensi fosfor yang parah dalam ransum menyebabkan kehilangan nafsu makan, kelemahan dan kematian dalam waktu 10 sampai 12 hari. Defisiensi yang kurang parah menyebabkan rakhitis dan gangguan dalam pertumbuhan, akan tetapi rupanya tidak menurunkan kadar fosfor darah sedemikian rupa sehingga mengganggu persediaan fosfor untuk pembentukan fosfat energi tinggi, DNA, RNA dan enzim
mcp lebih digunakan untuk mencampuran bahan obat / vitamin. karena harganya yang murah (utk menambah berat isi kemasan), termasuk grid, tepung tulang.
sedangkan dcp lebih digunakan untuk menjadi mineral (medion), dengan doses mineral 20 kg / ton pakan, dan bila hanya mengunakan dcp saja hanya 1kg / ton pakan
contoh seperti ini dalam penggunaan:
mineral medion => 20kg / ton pakan => 65.000 (sak)
dcp => 1kg / ton pakan => 15~18rb / kg
tentunya akan lebih menghemat pengeluaran.
ada yang bertanya: pak, bila hanya mengunakan dcp saja apa sudah bagus?
jawaban: sudah, karena sudah ada 2 komponen penting, kecuali zink, copper, dll yang biasanya ada dalam premix / alam / kosentrat
tambahan:
DCP ada beberapa merek, dan mess (tingkat kelembutan)
mess disini tidak berarti, hanya utk memudahkan pencampuran saja.
yang penting:
1. tdk berbau. termasuk tdk berbau batu / tanah.
2. berwarna putih tulang (mungkin lebih putih).
3. tdk mengupal.
4. merek.
5. jumlah fosfor.
Berikan Komentar